Pengering adsorpsi regenerasi panas dengan konsumsi udara rendah ini bekerja dengan memanfaatkan udara lingkungan yang dihisap oleh blower, lalu dipanaskan oleh heater untuk memanaskan adsorben agar kelembapan yang terserap dapat dilepaskan kembali. Pada tahap pendinginan, udara panas bersirkulasi melalui pendingin perantara dan menara regenerasi dalam siklus tertutup yang kontinu, sehingga proses regenerasi menjadi lebih stabil dan efisien.
Dibandingkan pengering adsorpsi konvensional, desain ini menekan konsumsi udara regenerasi hingga level rendah sambil tetap menjaga titik embun tekanan keluar pada level -20℃ / -40℃ sesuai pilihan. Untuk kondisi Indonesia yang panas, lembap, dan masih berada pada masa peralihan musim dengan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, tipe ini cocok untuk sistem udara tekan yang membutuhkan udara sangat kering namun tetap ingin menekan kehilangan udara tekan selama regenerasi.
Fluida yang berlaku: udara tekan, udara tidak korosif
Tekanan masuk nominal: 0,7 MPa (diperbolehkan 0,6 MPa~1,0 MPa, level tekanan lain dapat disesuaikan)
Suhu masuk nominal: 10℃~30℃ (batas suhu masuk: ≤40℃)
Titik embun udara masuk: ≤25℃
Konsumsi gas regenerasi: 2%–3%
Titik embun tekanan keluar: -20℃ / -40℃ opsional
Suhu lingkungan nominal: 35℃ (dapat digunakan 2℃~40℃)
| Kapasitas Pemrosesan (m³/menit) | Diameter Pipa Koneksi Gas | Total Daya (kW) | Dimensi (m) L×W×H |
|---|
| 13,5 | DN50 | 7,5 | 1,416×1,000×2,289 |
| 17,0 | DN65 | 10,2 | 1,620×0,800×2,309 |
| 21,5 | DN80 | 11,8 | 1,620×0,900×2,514 |
| 25,0 | DN80 | 14,2 | 1,722×1,060×2,472 |
| 28,5 | DN80 | 16,8 | 1,900×0,970×2,513 |
| 32,0 | DN80 | 18,4 | 1,900×1,200×2,702 |
| 37,0 | DN100 | 21,5 | 2,000×1,200×2,805 |
| 41,5 | DN100 | 25,9 | 2,100×1,300×2,805 |
| 45,0 | DN100 | 27,5 | 2,100×1,300×2,893 |
| 50,0 | DN100 | 30,0 | 2,100×1,300×2,858 |
| 55,0 | DN125 | 31,5 | 2,550×1,650×2,786 |
| 60,0 | DN125 | 33,5 | 2,700×1,700×3,086 |
| 65,0 | DN125 | 36,3 | 2,700×1,700×3,086 |
| 75,0 | DN125 | 41,1 | 2,850×1,700×2,850 |
| 85,0 | DN125 | 47,8 | 3,000×1,900×3,026 |
| 95,0 | DN150 | 52,6 | 3,000×1,900×3,026 |
| 110 | DN150 | 59,0 | 3,300×2,200×2,692 |
| 120 | DN150 | 63,8 | 3,500×2,300×2,792 |
| 140 | DN200 | 74,1 | 3,900×2,530×3,100 |
| 160 | DN200 | 89,0 | 3,900×2,420×3,500 |
| 180 | DN200 | 98,5 | 4,100×2,200×3,050 |
| 210 | DN200 | 110,5 | 4,200×2,835×3,150 |
| 260 | DN250 | 136,4 | 5,200×2,500×3,300 |
Catatan: Jika volume udara lebih besar dari 260 m³/menit atau membutuhkan spesifikasi khusus, bahan, dan persyaratan suhu, harap hubungi perusahaan atau dealer kami untuk informasi teknis. Data di atas hanya sebagai referensi dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Untuk spesifikasi lain, harap hubungi perusahaan kami secara langsung.
Industri makanan dan minuman
Cocok untuk utilitas udara tekan pada lini produksi dan pengemasan yang membutuhkan udara kering stabil di lingkungan tropis yang lembap. Sektor ini merupakan salah satu prioritas utama manufaktur Indonesia.
Industri tekstil
Sangat relevan untuk proses produksi yang membutuhkan kelembapan rendah agar performa mesin dan konsistensi mutu produk tetap terjaga.
Elektronik dan instrumentasi
Cocok untuk pengujian chip, laboratorium, kromatografi gas, FTIR, dan sistem CEMS yang memerlukan udara sangat kering untuk menjaga akurasi dan mencegah kondensasi. Elektronik juga termasuk sektor prioritas industri Indonesia.
Otomotif, mesin, dan otomasi pneumatik
Sesuai untuk fasilitas produksi yang mengandalkan robotik, aktuator pneumatik, dan utilitas proses berkelanjutan. Otomotif merupakan salah satu sektor utama dalam strategi industri nasional.
Kimia, farmasi, dan alat kesehatan
Cocok untuk fasilitas yang membutuhkan udara tekan kering dan andal pada proses serta utilitas pendukung, terutama pada pabrik dengan standar kontrol kualitas tinggi.
Jelajahi Lebih Banyak Aplikasi Industri